LEFKO LEFLYE

Sabtu, 29 Januari 2011

Cara Jitu Mengetes Keperawanan

Berikut ini saya kasih tahu gimana caranya untuk mengetes keperawanan sesorang cewek.

PERIKSA MANUAL

Kepala Subdin Pelayanan Kesehatan dr. H. Ahmad Rosdi dijumpai di lobi Hotel Wiwi Perkasa 2 mengatakan, yang paling tepat menangani pemeriksaan keperawanan itu dokter spesialis kandungan.

Menurut dia, memeriksa keperawanan bisa dilakukan dua cara, dengan alat medis dan manual. Alat medis untuk memeriksa keperawanan itu belum dimiliki Dinas Kesehatan Kab. Indramayu.

“Kalau cara manual bisa dilakukan dengan memasukkan jari ke lubang dubur dan diangkat maka akan ketahuan kondisi selaput darah apakah sudah koyak atau belum,” katanya.

Ahmad Rusdi menambahkan, pemeriksaan keperawanan secara manual itu membutuhkan waktu rata-rata 1 menit per orang. “Pemeriksaan keperawanan itu sepanjang tujuannya baik ya bagus-bagus saja. Hanya nanti apakah dijamin tidak ada efeknya dari orangtua maupun si anak. Karena masalah keperawanan itu merupakan hak asasi seseorang,” katanya.

Dwi N, 17, pengurus OSIS sebuah SMA di Indramayu mengemukakan, pemeriksaan keperawanan sepanjang dilakukan menyeluruh terhadap siswi SMA ya tidak ada masalah. “Bagi Saya tidak ada masalah. Saya tidak takut atau gemetar. Wong Saya tidak pernah ngelakuin apa yang dilarang oleh agama ya tenang saja walaupun ada rencana pemeriksaan keperawanan itu,” ujarnya.

Suwarno, 46, seorang aktifis di Indramayu mengatakan keberatan seandainya anaknya diperiksa keperawananya. “Saat memeriksa, itu akan menyentuh organ tubuh yang paling vital, ya jelas keberatan,” katanya.

BUPATI MENJAWAB
Sementara itu, Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin yang diminta tanggapannya menyangkut sikap penolakan tersebut mengatakan, jika ada orangtua yang menolak ya sudah. “Kalau ada orangtua yang menolak, maka konsekuensinya mereka harus bisa mengawasi putrinya,” ujarnya.

Kalau ternyata orangtua yang menolak itu tidak bisa mengawasi putrinya dengan baik ya silakan. “Saya akan periksa keperawanan siswi itu baik secara manual ataupun yang menggunakan alat medis secara otomatis,” katanya.

Ketika ditanya apakah rencana pemeriksaan keperawanan itu tidak akan dilanjutkan, bupati menjawab akan melihat reaksi lebih dulu. “Kalau masyarakat tidak setuju ya tidak apa-apa. Wong mereka bukan anak saya. Kalau ditolak, ya saya nyerah,” katanya.

Menurut bupati, langkah ini hanya sebagai proteksi atau menjaga jangan sampai kemudian anak-anak harapan bangsa ini yang terkena perbuatan amoral itu. “Jangan kalau sudah telanjur anaknya melakukan perbuatan amoral kemudian menyalahkan pendidikan,” kata Irianto.

BUKAN WEWENANG POLISI
Sementara itu Kabid Penum Mabes Polri, Kombes Pol Bambang Kuncoko saat dikonfirmasi mengatakan, kebijakan yang diambil Bupati Indramayu itu urusan pemda setempat. Polisi tak berhak mencampuri kecuali bila ada pelanggaran hukum.

“Hal itu di luar lingkup kewenangan kepolisian, karena itu kebijakan pejabat setempat,” ujar Bambang Kuncoko. Lain halnya bila ada pelanggaran pidana semperti pelecehan ataupun perbuatan tidak menyenangkan dan penghinaan yang dilaporkan ke polisi, maka akan ditindaklanjuti.

TIDAK MUDAH
Mengetes keperawanan seseorang tidaklah mudah. Menurut seksolog Dr Boyke Dian Nugraha, orang awam tidak akan bisa membedakan apakah seseorang masih perawan atau ,tidak hanya dengan melihat sekilas kenampakan vagina.
“Hanya dokter saja yang bisa mengetahuinya apakah vagina seorang perempuan masih utuh atau sudah robek,” tutur Boyke.
Menurut dr. Boyke, seorang dokter bahkan bisa mendeteksi sedetil mungkin kapan selaput dara robek, jam berapa, seberapa luas atau seberapa parahnya robekan itu terjadi. Juga sisi atau bagian mana yang mengalami robekan.
Karena itu untuk mengetes keperawanan harus dilakukan oleh dokter ahli. Tidak boleh dilakukan oleh orang awam, meski ia sudah pernah melakukan hubungan seks.
Sebab membedakan kemaluan yang masih perawan dan yang sudah tidak perawan sangat sulit. Perbedaannya sangat tipis alias tidak berbeda jauh. “Sekilas memang nampak sama,” lanjut Boyke.
Tetesan darah pada hubungan seks pertama acapkali dijadikan tolok ukur seorang perempuan masih perawan. “Padahal tidak setiap perempuan mengeluarkan darah pada hubungan seks yang pertama. Banyak kasus perempuan tidak mengeluarkan darah meski sudah terjadi koitus, “ tegasnya.
Meski dari kenampakan muka vagina, seorang dokter bisa mengetahui seseorang perawan atau tidak, menurut Boyke, tes keperawanan tetap harus dilalui dengan prosedurnya. Misalnya dengan metode dan teknik medis tertentu, maka keperawanan seseorang bisa terbaca.
Tingkatan kerusakan selaput dara seorang perempuan bisa dibedakan menurut luas robekan. Hampir menyerupai cara membaca jarum jam. Jika robek karena benda tumpul dan bukan karena bersetubuh, atau ada unsur pemaksaan, robekan biasanya maksimal hanya mencapai tunjukan angka 5 sampai angka 7 tunjukan jarum jam.
“Namun jika sudah biasa melakukan hubungan badan, robekan umumnya terjadi menyeluruh, “ katanya.
ada yang tau cara ngetes keperawanan dengan hanya melihat dari tampilan fisiknya???mohon share melalui comment..!!!


0 komentar:

Poskan Komentar

ARTIKEL TERKAIT