LEFKO LEFLYE
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Februari 2011

Restoran Boca Tacos Tequila Menyajikan Menu-Menu Eksotis!! Wajib di Baca!!



Anda ingin makan makanan yang eksotis dan ga ada di Indonesia?? Coba pergi ke restoran yang satu ini. Enam bulan sudah restoran Boca Tacos y Tequila menyajikan menu-menu eksotis. Daftar menu taco, makanan tradisional Meksiko menantang dicoba, seperti taco daging python, buaya, rusa, kanguru dan ular berbisa. Ada pula menu kodok, kura-kura, itik dan tiram asal Rocky Mountain.
  "Kami menyajikan menu apa saja yang bisa kami dapatkan," ujar sang pemilik restoran, Bryan Mazon. "Setiap Rabu restoran menyajikan sesuatu yang berbeda," ujarnya seperti dikutip Arizona Daily Star. Dalam lama Facebooknya, resto Boca mulai menawarkan menu istimewa baru, taco isi daging singa Afrika sejak awal Januari lalu. Bagi yang berminat, harus memesannya paling lambat pukul 15.00 mulai 7 Februari lalu.

Ide menjual taco isi daging singa menurut Mazon tak lebih agar resto dan namanya tenar. Pasalnya, sebuah restoran Mesa il Vinaio menjual burger dengan bahan daging singa Afrika sesuai tema saat pesta Piala Dunia lalu. Reservasi restoran penuh dan tak bisa menampung pesanan. Mazon pun beralasan  Asosiasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) mengizinkan asalkan bukan hewan dilindungi.

Sebagian besar taco eksotis restoran Boca dijual berkisar antara US$3-US$4 atau sekitar Rp27-34ribuan. Tapi Taco isi daging singa akan dijual dengan harga dua kali lipat lebih mahal, US$8,75 atau sekitar Rp80ribu.

"Saya menginginkan agar orang-orang tahu bisa mendapatkan taco yang tidak ada di tempat lain," Bryan menambahkan. Koki yang akan memasak menu spesial tak lain adalah istrinya sendiri, Maria Jose Mazon. Pasangan ini mendatangkan daging singa Afrika dari sebuah peternakan di Perris, California dengan harga daging tenderloin US$400 atau 3,7 juta per pon dan US$ 100 untuk daging merah.


Jumat, 21 Januari 2011

10 Makanan Paling Pedas di Dunia (Indonesia Masuk Peringkat 1)

Sebagai orang Indonesia, kita tentunya bangga dengan makanan kita yang kaya akan rasa dan memiliki ciri unik yang tidak dimiliki oleh makanan dari kebanyakan negara lain, iya, pedas! Walaupun makanan pedas hampir selalu diasosiasikan dengan negara seperti Thailand, ternyata makanan Indonesia masuk ke dalam daftar 10 makanan paling pedas menurut lidah orang bule.

10. Tom Yum – Thailand.

Sup asam pedas dari Thailand ini memang sangat menggoda, aroma yang memikat dan menjanjikan pedas yang menyengat. Variasi dari Tom Yum ini banyak, antara lain adalah Tom Yum Gai (ayam) atau Tom Yum Pla (seafood), rasa pedas yang ada berasal dari cabe yang disebut Thai Bird’s Eye Chilis, air jeruk nipis dan daun jeruk purut. Kombinasi ini, ternyata cukup membakar rongga mulut orang bule!

9. Shrimp Creole – Amerika.

Masakan ini berasal dari Amerika Serikat bagian Selatan, dan merupakan comfort food buat mereka yang menyenangi rongga mulut terasa terbakar. Bumbu dan bahan makanan ini sederhana, seperti cabe, tomat, udang dan ayam, dan rasa pedas makanan ini didapat dari cabe segar dan cayenne pepper

8. Papa a la Huancaina – Peru

Makanan ringan seperti salad kentang, yang berisi kentang rebus dingin, dan disajikan dengan saus Huancaina. Penyajian lengkap makanan ini selalu melibatkan daun selada, buah zaitun hitam, biji jagung, dan potongan telur rebus. Saus Huancaina inilah yang membuatnya ekstra pedas, karena selain terbuat dari keju, susu kental, garam, salah satu bahannya adalah cabe yang disebut Amarillo chili, yang lumayan pedas!

7. Lobak dengan Lada Sichuan – China

Pada umumnya salad disajikan segar dengan sedikit rasa masam, tapi salad yang ini sangat berbeda. Lobak dengan Lada Sichuan (utuh) dan potongan cabe merah. Jadi dalam makanan ini Anda akan menemukan rasa manis, pedas, dan renyah. Memang makanan yang disajikan dengan brilian.. dan membakar.. Cabe yang digunakan? Bird’s Eye Chilis. Jika cabe ini masih kurang, ingat, ada Lada Sichuan utuh. Rasanya, digambarkan dengan menarik, asam-asam pedas, atau buat orang bule, cukup mengatakan: seperti mengunyah ranjau!

6. Bibimbap dengan Kimchi – Korea

Bibimbap? Kimchi? Asing ya.. coba kita lihat satu persatu. Kimchi adalah acar kubis, yang dibumbui bawang putih, bawang merah, cabe, dan jahe! Pedas? Sudah pasti, panas pula! Masa fermentasi acar kubis ini beberapa bulan, jadi bisa dibayangkan, rasa pedas bawang dan cabe serta jahe yang sudah pasti menyengat!

Bibimbap adalah makanan klasik khas korea, yang terdiri dari nasi, sayuran tumis, daging, telur goreng dan.. sambal… Selamat menikmati!

5. Sayap Ayam Suicide – Amerika

Entah kenapa orang Amerika suka banget sayap ayam yang digoreng kering dan gurih, kemudian diberi bumbu panas-pedas yang menurut mereka ‘bisa membakar perut’, yang pastinya masih tidak terasa apa-apa di lidah kita. Bumbu yang ada selalu berupa campuran Saus Tabasco, potongan cabe kering, dan cabe segar cincang (yang sayangnya – atau untungnya – semua biji cabe yang ada dibuang terlebih dahulu)

4. Jerk Chicken – Karibia

Tidak hanya ganas, tapi makanan ini juga nikmat dan sangat menyenangkan. Berbagai bumbu yang ada adalah bumbu khas daerah Asia dan Afrika, yang hangat dan beraroma nikmat. Allspice, cengkeh, kayu manis, daun bawang, pala, thyme dan bawang putih, semuanya menyumbangkan rasa hangat, yang diperkuat oleh cabe Scotch Bonnetyang dikatakan mampu membuat orang kebingungan setelah menelan, saking pedasnya.

3. Wot – Ethiopia

Mungkin orang banyak yang tidak berpikir bahwa Afrika mampu menyumbangkan makanan pedas, jangan salah, Ethiopia terkenal akan Wot (tumisan). Wot yang paling nikmat seringkali berbumbu satu kilo bawang merah dan bawang putih, beberapa ons jahe, dan barbere (campuran bumbu kering dan cabe kering) yang luar biasa pedas dalam jumlah yang tidak kalah mengerikan.

Makanan luar biasa menantang ini dibuat dari kaldu ayam, yang diberi bumbu seperti di atas, dan direbus selama beberapa jam, sampai semua rasa yang ada tercampur rata, dan panas dari cabe dan bumbu yang ada juga tidak tertinggal sedikitpun. Setelah matang, makanan ini disajikan di atas piring injera (semacam roti) dan diberi bonus telur rebus utuh!

2. Vindaloo – India

Jelas salah satu saingan kita dalam masakan pedas, bayangkan, bumbu seperti biji mostar, cabe kering, ketumbar, jahe, adas, semuanya selalu ada.

Nah.. Vindaloo ini pedas, karena daging yang digunakan dalam masakan ini direndam dalam cuka, yang ditambah bumbu pedas tadi, yang semuanya akan bekerja sama membuat daging yang ada semakin menusuk dan menggigit!

Nah.. mana makanan Indonesia yang masuk dalam daftar? Ya! Tebakan Anda tepat sekali, makanan kita masuk sebagai makanan paling pedas nomor 1 di dunia!

1. Sambal Ulek – Indonesia

Memang bukan makanan utuh sih, lebih ke ‘condiment’atau makanan pendamping, tapi semua bentuk cabe bisa dipakai, dan termasuk cabe lokal kita yang ternyata 10 kali lebih pedas daripada Thai Bird’s Eye Chili.

Menurut lidah orang bule, sambal ulek kita ini ultra pedas, dan satu-satunya cara untuk menahan rasa pedasnya, adalah makan makanan lain sebanyak mungkin. Komentar orang bule setelah makan sambal ulek kita biasanya adalah mereka merasa kehilangan bibir…

Akhirnya kekayaan kuliner kita diakui juga oleh orang bule, sayangnya mereka baru melihat makanan pedas saja. Padahal jika ada serial dokumentasi makanan Indonesia dari Sabang sampai Merauke, bisa butuh setahun lebih acara tersebut berlangsung, biar juga tayang setiap hari.


Senin, 10 Januari 2011

Mi Fatta dan Nasi Tim Belitung

Hari ini adalah hari terakhir kunjungan kami di Belitung. Hmm makan apa lagi ya? Makanan khas yang cuma ada di Belitung. Akhirnya saya tanya ke Mas Dendi, tour guide kami. Dendi menyarankan untuk makan Mi Fatta. Katanya terkenal dan enak. Oke deh, kita cobain yuk.... Tanpa berpikir lama-lama, kami langsung meluncur ke sana. Mi Fatta, here we come ...Tidak susah kok untuk mencari Mi Fatta, lokasinya ada di Jl. Sriwijaya nomor 27, Belitung. Rumah makannya masih terkesan sedikit kuno dan sederhana, dan berada di sebuah ruko dengan meja yang hanya ada beberapa buah saja. Tapi, jangan under estimate dulu dengan rasanya hehe...
Mi Fatta adalah salah satu Mi Belitung yang cukup terkenal di kalangan para wisatawan. Saya pesan satu deh, teman saya pesan Nasi Tim Ayamnya.  Ternyata rumah makannya lumayan rame lho. Dan sambil menunggu minya matang, saya nyemil emping yang ada di meja. Tidak lama kemudian, datang juga mi dan nasi tim kami. Wahh keliatannya enak sekali lho minya.
Mi Fatta berwarna kuning dan diberi topping tahu, kentang, taoge dan disiram kuah kecokelatan yang agak kental. Kemudian diberi emping sebagai pelengkapnya. Nyam nyam.... saya tidak sabar untuk mencobanya. Kita coba suapan pertama, .... hmmm, rasanya enak juga. Minya kenyalnya pas dan bumbu kuahnya juga lezat.
Coba ya saya beri sambal supaya lebih mantap. Kemudian saya aduk-aduk, ... slurrpp... wah jadi lebih mantap nih rasanya. Awalnya memang biasa saja rasanya, tapi begitu diberi sambal rasaya jadi enak banget.
O iya kami juga mencoba menu lainnya, yaitu Nasi Tim Ayam. Rasanya enak lho, apalagi di campur dengan kuahnya yang lezat. Waktu kami makan, ada beberapa orang yang beli nasi tim untuk dibungkus juga. Nasi Tim Ayam memang enak untuk dimakan dalam segala suasana.
Berkunjung ke Belitung, belum lengkap rasanya kalau belum makan Mi Fatta, karena ini salah satu tempat makan favorit bagi wisatawan, dan merupakan mi khas Pulau Belitung.


ARTIKEL TERKAIT