LEFKO LEFLYE

Minggu, 30 Januari 2011

Foto - Foto Olimpiade Matematika Unair 2011



Olimpiade Matematika Unair Tingkat SMP dan SMA se Jawa Timur telah usai. Sejuta kisah suka dan sedih telah teruarai di hari Minggu, 30 Januari 2011. Kisah-kisah indah dan kenangan yang tak terlupakan dalam semur hidup akan selalu terkenang melalui dokumentasi foto-foto selama Olimpiade berlangsung. Inilah wajah-wajah calon Profesor Matematika sejati dari Kota Malang.




























Sabtu, 29 Januari 2011

Cara Jitu Mengetes Keperawanan

Berikut ini saya kasih tahu gimana caranya untuk mengetes keperawanan sesorang cewek.

PERIKSA MANUAL

Kepala Subdin Pelayanan Kesehatan dr. H. Ahmad Rosdi dijumpai di lobi Hotel Wiwi Perkasa 2 mengatakan, yang paling tepat menangani pemeriksaan keperawanan itu dokter spesialis kandungan.

Menurut dia, memeriksa keperawanan bisa dilakukan dua cara, dengan alat medis dan manual. Alat medis untuk memeriksa keperawanan itu belum dimiliki Dinas Kesehatan Kab. Indramayu.

“Kalau cara manual bisa dilakukan dengan memasukkan jari ke lubang dubur dan diangkat maka akan ketahuan kondisi selaput darah apakah sudah koyak atau belum,” katanya.

Ahmad Rusdi menambahkan, pemeriksaan keperawanan secara manual itu membutuhkan waktu rata-rata 1 menit per orang. “Pemeriksaan keperawanan itu sepanjang tujuannya baik ya bagus-bagus saja. Hanya nanti apakah dijamin tidak ada efeknya dari orangtua maupun si anak. Karena masalah keperawanan itu merupakan hak asasi seseorang,” katanya.

Dwi N, 17, pengurus OSIS sebuah SMA di Indramayu mengemukakan, pemeriksaan keperawanan sepanjang dilakukan menyeluruh terhadap siswi SMA ya tidak ada masalah. “Bagi Saya tidak ada masalah. Saya tidak takut atau gemetar. Wong Saya tidak pernah ngelakuin apa yang dilarang oleh agama ya tenang saja walaupun ada rencana pemeriksaan keperawanan itu,” ujarnya.

Suwarno, 46, seorang aktifis di Indramayu mengatakan keberatan seandainya anaknya diperiksa keperawananya. “Saat memeriksa, itu akan menyentuh organ tubuh yang paling vital, ya jelas keberatan,” katanya.

BUPATI MENJAWAB
Sementara itu, Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin yang diminta tanggapannya menyangkut sikap penolakan tersebut mengatakan, jika ada orangtua yang menolak ya sudah. “Kalau ada orangtua yang menolak, maka konsekuensinya mereka harus bisa mengawasi putrinya,” ujarnya.

Kalau ternyata orangtua yang menolak itu tidak bisa mengawasi putrinya dengan baik ya silakan. “Saya akan periksa keperawanan siswi itu baik secara manual ataupun yang menggunakan alat medis secara otomatis,” katanya.

Ketika ditanya apakah rencana pemeriksaan keperawanan itu tidak akan dilanjutkan, bupati menjawab akan melihat reaksi lebih dulu. “Kalau masyarakat tidak setuju ya tidak apa-apa. Wong mereka bukan anak saya. Kalau ditolak, ya saya nyerah,” katanya.

Menurut bupati, langkah ini hanya sebagai proteksi atau menjaga jangan sampai kemudian anak-anak harapan bangsa ini yang terkena perbuatan amoral itu. “Jangan kalau sudah telanjur anaknya melakukan perbuatan amoral kemudian menyalahkan pendidikan,” kata Irianto.

BUKAN WEWENANG POLISI
Sementara itu Kabid Penum Mabes Polri, Kombes Pol Bambang Kuncoko saat dikonfirmasi mengatakan, kebijakan yang diambil Bupati Indramayu itu urusan pemda setempat. Polisi tak berhak mencampuri kecuali bila ada pelanggaran hukum.

“Hal itu di luar lingkup kewenangan kepolisian, karena itu kebijakan pejabat setempat,” ujar Bambang Kuncoko. Lain halnya bila ada pelanggaran pidana semperti pelecehan ataupun perbuatan tidak menyenangkan dan penghinaan yang dilaporkan ke polisi, maka akan ditindaklanjuti.

TIDAK MUDAH
Mengetes keperawanan seseorang tidaklah mudah. Menurut seksolog Dr Boyke Dian Nugraha, orang awam tidak akan bisa membedakan apakah seseorang masih perawan atau ,tidak hanya dengan melihat sekilas kenampakan vagina.
“Hanya dokter saja yang bisa mengetahuinya apakah vagina seorang perempuan masih utuh atau sudah robek,” tutur Boyke.
Menurut dr. Boyke, seorang dokter bahkan bisa mendeteksi sedetil mungkin kapan selaput dara robek, jam berapa, seberapa luas atau seberapa parahnya robekan itu terjadi. Juga sisi atau bagian mana yang mengalami robekan.
Karena itu untuk mengetes keperawanan harus dilakukan oleh dokter ahli. Tidak boleh dilakukan oleh orang awam, meski ia sudah pernah melakukan hubungan seks.
Sebab membedakan kemaluan yang masih perawan dan yang sudah tidak perawan sangat sulit. Perbedaannya sangat tipis alias tidak berbeda jauh. “Sekilas memang nampak sama,” lanjut Boyke.
Tetesan darah pada hubungan seks pertama acapkali dijadikan tolok ukur seorang perempuan masih perawan. “Padahal tidak setiap perempuan mengeluarkan darah pada hubungan seks yang pertama. Banyak kasus perempuan tidak mengeluarkan darah meski sudah terjadi koitus, “ tegasnya.
Meski dari kenampakan muka vagina, seorang dokter bisa mengetahui seseorang perawan atau tidak, menurut Boyke, tes keperawanan tetap harus dilalui dengan prosedurnya. Misalnya dengan metode dan teknik medis tertentu, maka keperawanan seseorang bisa terbaca.
Tingkatan kerusakan selaput dara seorang perempuan bisa dibedakan menurut luas robekan. Hampir menyerupai cara membaca jarum jam. Jika robek karena benda tumpul dan bukan karena bersetubuh, atau ada unsur pemaksaan, robekan biasanya maksimal hanya mencapai tunjukan angka 5 sampai angka 7 tunjukan jarum jam.
“Namun jika sudah biasa melakukan hubungan badan, robekan umumnya terjadi menyeluruh, “ katanya.
ada yang tau cara ngetes keperawanan dengan hanya melihat dari tampilan fisiknya???mohon share melalui comment..!!!


Torres Minta Dijual ke Chelsea


Berita terbaru dari dunia bola, Penyerang Liverpool, Fernando Torres, sudah jengah di Anfield. Seperti diberitakan Sky Sports News (SNN), pemain asal Spanyol itu sudah meminta Liverpool untuk mempertimbangkan tawaran dari Chelsea.

"Diperkirakan, Torres ingin kesempatan untuk memulai tantangan baru dengan juara bertahan Premier League setelah tiga setengah tahun berada di Anfield," demikian pernyataan SSN.

"Liverpool telah mengalami masa lalu yang mengecewakan dan Torres sangat ingin bermain untuk sebuah klub yang mempunyai tantangan demi sebuah kehormatan," sambung SNN.

Sebelumnya, Chelsea menawar Torres sebesar 35 juta pounds (sekitar Rp 501 miliar), tetapi ditolak Liverpool. Alasannya, di dalam kontrak Torres terdapat klausul penjualan sebesar 50 juta pounds (sekitar Rp 716 miliar).

Hal ini mendapat bantahan dari pengamat sepak bola asal Spanyol, Guillem Balague. Menurutnya, tak ada klausul yang mengharuskan sebuah klub harus membayar 50 juta pounds jika ingin mendapatkan Torres. Jadi, peluang Torres hengkang ke Chelsea masih terbuka.

"Kita bisa menggambarkan apa yang terjadi saat ini sebagai suatu proses negoisasi. Torres ingin Liverpool mendengarkan tawaran Chelsea," ujar Balague kepada SSN.

"Dia merasa punya kesempatan untuk pergi ke sebuah klub yang menantang dirinya untuk sebuah kehormatan. Ada tekanan dari pemain dan juga wakilnya untuk Liverpool menerima tawaran tersebut," tambahnya.

Beberapa media di Inggris, seperti Daily Mirror, Daily Mail, The Sun, dan The Guardian, juga memberitakan hal yang sama. Namun, menurut The Sun, Chelsea menawar 40 juta pounds (sekitar Rp 572 miliar) untuk mendapatkan Torres.

"Sayangnya, Fernando Torres telah memutuskan dirinya ingin pergi dari Liverpool. Ini merupakan hari yang menyedihkan untuk kita semua. Tapi, sekarang kita harus menunggu dan melihat apa yang akan diputuskan klub," ujar salah satu sumber dalam Liverpool kepada The Sun.


Mouse "Biodegradable" Pertama di Dunia


Dunia teknologi selalu berkembang dan berinovasi, salah satunya adalah mouse biodegradable, mouse pertama kali di dunia ini baru saja diluncurkan oleh perusahaan terkemuka di Jepang. Fujitsu, baru saja memperkenalkan mouse biodegradable. Kelihatannya remeh, hanya segenggam, namun produk yang diberi label M440 ECO Mouse itu adalah mouse pertama di dunia yang selubungnya bisa didaur ulang 100 persen.

Tak lagi menggunakan plastik konvensional, bahan baku mouse tersebut menggunakan plastik biodegradable Arboform dan Biograde. Kedua material bentuknya mirip plastik pada umumnya, namun bahan bakunya dari sumber yang terbarukan sehingga limbahnya bakal mudah terurai.

Arboform terbuat dari lignin, produk sampingan dari industri kertas produksi perusahaan bernama Tecnaro. Sementara Biograde berasal dari serat kayu yang diproduksi FkuR. Fujitsu juga memastikan bahwa kabel mouse tersebut tidak mengandung PVC, bahan yang berbahaya bagi lingkungan.

"Dengan memilih mouse ini, pelaku bisnis yang peduli lingkungan bisa merasa lebih nyaman karena mereka telah membantu mengurangi emisi karbon dioksida tanpa mengorbankan keawetan dan keasyikan dan tanpa membayar ongkos lebih besar," kata juru bicara Fujitsu dalam pernyataannya.

Meski demikian, komponen utama mouse tersebut terutama sirkuit di dalamnya tentu belum 100 persen bisa didaur ulang. Sensor optik, transistor, dan PCB tentu belum menggunakan bahan yang 100 persen bisa didaur ulang karena mengandung unsur logam.

Fujitsu termasuk aktif mengembangkan produk ramah lingkungan. Sebelumnya, keyboard tipe KBPC PX ECO buatannya pun sudah menggunakan bahan plastik yang bisa didaur ulang. Berapa harga satu unitnya dan apakah akan masuk ke Indonesia belum ada kabar.


Hanya Demi Cinta, Siswi SMP Rela Lepas "Mahkota"

Cinta memang buta, cinta mengalahkan segalanya. Apapun yang dilakukan kalau sudah karena cinta semuanya pasti indah.
Seperti yang dialami oleh Kumbang (17) dan Melati (15), warga Sanjulung, Punggur, Batam, Kepulauan Riau.

Kisah cinta dua remaja ini harus berakhir di kantor polisi karena melanggar norma dan aturan. Kumbang ditangkap aparat Polsek Nongsa, Senin (17/1/2011) lalu di rumah neneknya, di luar Batam.

Penangkapan ini dilakukan karena orangtua Melati melaporkan Kumbang ke Polsek tersebut dengan tuduhan telah melarikan anak gadis mereka yang masih di bawah umur.

Kumbang, yang ditemui wartawan di Mapolsek Nongsa, Kamis (27/1/2011), mengakui, dia dan Melati saling mencintai. Dia memacari gadis pujaannya itu sejak awal 2010 lalu. Beberapa kali hubungan mereka nyaris putus, tetapi karena saling mencintai, akhirnya hubungan asmara mereka bisa bertahan hingga sekarang.

Pada April 2010 lalu, kata Kumbang, dia sempat sangsi hubungan mereka bisa bertahan lama karena orangtua Melati tidak menyetujuinya. "Waktu itu aku bilang ke Melati, kita putus saja, orangtua dia tidak merestui karena dia masih SMP. Tapi, Melati tidak mau putus sama aku," kata Kumbang.

Karena akan diputus, lanjut Kumbang, Melati mengajak dia untuk berjalan-jalan sambil membicarakan hubungan mereka beberapa hari kemudian. Dia kemudian menjemput Melati di rumahnya.

Setelah puas berjalan-jalan, Kumbang lalu membawa Melati menuju ke Pantai Melayu Batu Besar. Di tempat inilah mereka mulai membicarakan hubungan cinta.

Menurut Kumbang, Melati mengatakan bersedia berkorban apa saja agar hubungan cinta mereka tetap terjalin. Mendengar pernyataan itu, timbul keinginan Kumbang mencoba sesuatu yang belum pernah dia lakukan.
 Di situlah dia tahu bahwa cinta Melati benar-benar tulus karena rela menyerahkan "mahkotanya". Perbuatan mereka kembali terjadi beberapa hari kemudian. Jalinan cinta mereka pun terus berlanjut secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan orangtua Melati.

Pada awal Januari lalu, tambah Kumbang, dia mendapat kabar dari kampungnya bahwa neneknya sudah sakit-sakitan sehingga harus kembali ke kampung dan tak tahu akan kembali atau tidak. Mendapat cerita itu, Melati seperti kehilangan semangat hidupnya.

"Dia bilang, dia tidak bisa hidup tanpa aku. Dia juga bilang, kalau aku pergi tidak lagi kembali ke Batam, sebaiknya dia ikut ke kampung aku. Aku sudah berusaha bilang ke dia untuk selesaikan sekolahnya, tapi dia mati-matian mau ikut denganku," terang Kumbang.

Akhirnya, pada Jumat (7/1/2011) lalu, berangkatlah kedua sejoli ini menuju kampung asal Kumbang. Perihal ikutnya Melati bersama kekasihnya itu sama sekali tidak diketahui oleh orangtua gadis belia ini. Sepengetahuan orangtuanya, dia hanya pergi ke sekolah. Namun, Melati tak kunjung pulang ke rumah.

Menurut Kapolsek Nongsa AKP Agung Surya Prabowo, melalui Kanit Reskrim Ipda Supandi, karena Melati tidak pulang sekolah dua hari, orangtuanya pun melaporkan ke Polsek Nongsa sebagai orang hilang.
"Dia dilaporkan, tapi orangtuanya masih tetap berhubungan dengan Melati melalui telepon. Ditelepon dan di-SMS orangtuanya, Melati tetap membalas," kata Supandi.
Keberadaan Melati akhirnya diketahui setelah orangtuanya terus membujuk untuk memberitahukan keberadaannya. Polisi bersama orangtua Melati akhirnya menjemput mereka di kediaman nenek si Kumbang.
"Di sana Melati terus dibujuk nenek Kumbang untuk pulang saja karena masih anak-anak dan sekolah. Kami tetap membawa Kumbang karena orangtua Melati melaporkan anaknya yang masih di bawah umur telah dicabuli dan dilarikan," tambah Supandi.
Kini, Kumbang harus mendekam di balik terali besi sel tahanan Polsek Nongsa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia juga diancam dengan ancaman kurungan penjara dengan Pasal 332 Ayat (1) jo 1e KUHP dan Pasal 81 Ayat (2) UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.


ARTIKEL TERKAIT